some shit.

Selasa, 26 September 2017

simple question.

Ada orang lahir miskin, sifat goblok, nggak bisa sekolah, nggak bisa kuliah.
Ada orang lahir kaya, sifat goblok, bisa sekolah, bisa kuliah.

Apa karena duit?
Share:

Rabu, 06 September 2017

just do it.

http://quoteaddicts.com

Just do it, mungkin kalimat ini lebih familiar ke salah satu brand olahraga, nike. Tapi gue nggak akan bahas kenapa nike pake kalimat ini. Gue akan bahas kenapa kalimat ini justru mendorong hidup gue jadi lebih optimis. Masa remaja memang masa labil. Maka dari itu butuh banget dorongan buat hidup lebih optimis sama berpikir positif, karena perjalananan hidup masih jauh. Kalau aja di masa remaja udah banyak pikiran negatif sama rasa pesimis, tubuh gue bakal digerogoti kegagalan.

Dulu, rasa pesimis selalu jadi pemikiran utama bagi gue. Perasaan akan ketidaksanggupan mencapai sesuatu selalu menghantui diri. Tapi karena bergulirnya waktu, semakin lama semakin gue sadar kalau memikirkan kegagalan bukanlah sebuah solusi. Justru semakin memikirkan kegagalan, semakin mengubur dalam-dalam apa yang ingin dicapai.

Sekarang, rasa pesimis itu telah hilang terganti dengan rasa keoptimisan gue akan sesuatu hal. Gue belajar untuk selalu optimis, berpikiran positif, dan nggak lembek lawan realita yang ada. Dan salah satu hal yang mendorong gue untuk terus optimis adalah kalimat just do it. Punya impian tapi takut gagal? Never give up, just do it. Banyak mikir tanpa action? Stop thinking,just do it.

Jangan terlalu pikirin sesuatu yang belum pasti, apalagi mikirin sesuatu hal yang berujung negative thinkingJust let if flow. Biarkan hidup ini mengalir.  Dan gue juga sadar, overthinking tentang sesuatu hal buat hidup gue jadi beban. Beban buat maju, beban buat hidup gue semakin membaik.  

Rasanya setelah punya perasaan optimis hidup gue terasa lebih baik. Nggak takut gagal, jatuh ataupun salah. Karena dalam diri gue, udah punya mindset kalau gue pasti bisa lawan rasa negatif itu semua. Hal yang gue butuhkan adalah action. Lakuin setiap hal yang ada dengan tetap berperasaan positif dan lakukan yang terbaik. Urusan gagal atau nggak jadi tolak ukur seberapa jauh gue udah berjuang tentang sesuatu hal.
Share:

Kamis, 24 Agustus 2017

Stop making stupid people famous.

Pict by The Odyssey Online
Stop making stupid people famous, mungkin lo sendiri tau apa maksud dari kalimat inggris ini. Dan tiba-tiba aja kalimat ajakan ini muncul di kepala gue. Jujur, post ini gue buat karena keresahan gue akan kemajuan teknologi informasi yang maju begitu pesat belakangan ini. Semakin berkembangnya zaman khususnya di bidang teknologi informasi, sudah sepatutnya pola pikir manusia ikut berkembang pula beriringan. Tapi kenyataannya, masih banyak orang yang belum cukup bisa buat itu jadi nyata. Dan karena hal itu terjadi, munculah orang yang nggak begitu penting bisa terkenal dengan gampangnya. Nggak punya prestasi, nggak punya kualitas tapi anehnya bisa terkenal. Really, how can this kind of human is highlighted by media? Gue sendiri aja bingung.

Seperti apa yang gue bilang, sudah sepatutya pola pikir manusia ikut berkembang beriringan dengan berkembangnya teknologi informasi. Dan imbasnya kalau nggak beriringan dan nggak bisa berimbang ya munculah orang bodoh yang terkenal. Terus mungkin bertanya kok bisa terkenal? Jawabannya sebenarnya simple. Stupid people can be famous by other stupid people. Orang bodoh bisa terkenal oleh orang bodoh lain. Karena kalau orang-orangnya aja pinter, gue kira nggak bakal ada orang yang bisa buat orang bodoh jadi terkenal.

Salah satu hal yang gue takuti adalah ketika orang-orang nggak sadar akan kebodohannya. Karena inilah kelahiran dimana ada orang bodoh lain bisa terkenal. Kalau udah jadi terkenal, takutnya jadi inspirasi orang-orang. Biasanya seseorang bisa jadi inspirator karena kualitas, prestasi, atau bahkan karena kreatifnya, ini cuman pengen jadi orang yang terkenal tanpa ada hal yang harus dibanggakan dan dicontoh bagi khalayak umum.

Setelah muncul orang bodoh terkenal yang nggak patut dibanggakan, selanjutnya munculah sebuah shitposting yang nggak ada maknanya. Mereka para orang bodoh terkenal share apa yang mereka inginkan tanpa berpikir panjang post mereka bakalan berguna atau nggak bagi orang banyak. Hal ini bisa jadi racun bagi para penerus bangsa. Sudah selayaknya di zaman yang serba modern ini berbagi hal yang berguna bukanlah sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Tapi entah mengapa masih ada aja sebuah shitposting bertaburan buat penurus bangsa lalai dan bodoh.

Sudah saatnya kita untuk sadar, jangan jadi orang bodoh dan lalai lagi. Jadilah orang yang pintar yang nggak buat orang bodoh jadi terkenal. Orang bodoh terkenal yang sekarang hidup udah cukup keberadaannya, jangan buat lagi yang lainnya. Dan jangan biarkan sebuah shitposting yang mereka lakukan meracuni pikiran. Ingatlah kalau itu nggak ada maknanya.

Share:

Sabtu, 19 Agustus 2017

BLOGGRAM#1 AGUSTUSAN

Seperti tahun-tahun biasanya, di sekolah gue setiap memperingati hari kemerdekaan selalu dimeriahi oleh lomba-lomba. Mungkin bukan sekolah gue aja sih, sekolah lain juga adain lomba juga. Dan agustusan tahun ini terasa spesial, karena tahun terakhir gue buat ramein lomba-lomba di sekolah. Waktu emang nggak kerasa, padahal baru aja kemarin jadi junior, sekarang udah jadi senior yang nggak tau diri haha

17 Agustus 2017.

Hari ini adalah hari penaikan bendera merah putih atau upacara. Jujur, upacara kali ini bener-bener berkelas. Pengibar upacara yang biasanya cuman tiga orang sekarang jadi belasan orang. Barisnya rapih, pecah pokoknya. Paduan suara juga nggak kalah pecah, nyanyian-nyanyiannya bener-bener bikin merinding. Setiap orang yang denger mungkin jadi pengen masuk padus, dan termasuk bukan gue. Yup betul, gue adalah golongan orang yang nggak pengen masuk padus. Kalau gue join padus entahlah jadi apa, palingan jadi mic doang. Mic juga kayaknya kemahalan, palingan cuman jadi standnya aja deh.

Karena upacara kali ini nggak ada amanat, upacara terasa singkat nggak kayak biasanya. Hal ini buat semua siswa gembira pastinya. Kegembiraan mereka dibuktikkan dengan kekhilafan mereka bakar kantin sekolah *nggak gitu juga deng. Skip, upacara udah selesai, selanjutnya ada 2 lomba yang diadakan di hari pertama memperingati kemerdekaan. Yang pertama, lomba hias sepeda. Lomba yang udah ada sejak zaman gue masih nonton dora digebukin genji ini, udah nggak asing lagi buat gue. Cuman sepeda, dihias pake kertas warna-warni, selesai. Tapi pertanyaan gue adalah kenapa selalu dihias pake kertas? Nggak ada niatan gitu dihias pake batu akik? Keren juga kan tuh.

Lomba kedua adalah maskot kelas. Jadi, ada perwakilan setiap kelas yang dihias sedemikian rupa sesuai tema panitia. Tema yang dipilih panitia adalah kebudayaan, karena kebetulan tinggal di tanah sunda, kelas gue sepakat pilih tokoh wayang buat dijadiin maskot. Tokoh wayang yang dipilih adalah cepot, tokoh wayang yang terkenal dengan badannya yang merah.


Bisa diliat dari gambar di atas, temen gue coba jadi cepot yang terkenal akan badannya yang merah. Tapi sebetulnya gue bingung sih, ini kok nggak mirip cepot ya. Lebih mirip ke orang bekas luka bakar atau cepot yang bangkit dari nereka jahannam. Heran sih, warna merah di tangan beda sama warna merah di muka *kidding fan, damai fan peace. Tapi gue respect banget ke temen yang satu ini, rela berkorban badan dicat demi perwakilan kelas. SALUT.

18 Agustus 2017.

Hari yang menyenangkan ini dimulai di pagi yang cerah dan sejuk, saat itu pula panitia memulai lomba-lomba. Untuk lombanya sendiri itu banyak, dan gue nggak ikut satu pun. Alesannya tau kan? Takut menang. Senior gitu kan lebih baik mengalah buat adik kelas yang belum pernah menang *sok banget yoi. Jadinya gue cuman jadi supporter yang teriak-teriak nggak jelas. Kadang saking nggak jelasnya digebukin sekelas. Yaiyalah digebukin, yang gue semangatin kelas lain haha.

Lapangan upacara di atas disulap panitia jadi berbagai tempat lomba. Diantaranya ada balap kelereng, estafet air, balap karung, dan lainnya. Sebetulnya masih ada lapangaan lain, dipake buat lomba volly pake sarung sama tarik tambang. Dan keseruan hari ini lupa gue dokumentasiin, karena lupa nggak bawa hp. Tapi untungnya temen gue bawa, dan ini beberapa hasilnya.


*lomba pecahin balon
Di atas adalah lomba pecahin balon, tapi pake helm yang diatasnya ada paku. Sebelumnya, para peserta ditutup matanya pake kain, jadinya nggak tau letak balon yang digantung. Cara pecahinnya simple, cuman loncat-loncat. Menurut gue, sebetulnya ini kurang greget. Kalau cuman balon itu nggak ada apa-apanya. Coba kalau pake penguin orange, sampai lulus itu torren dicolok-colok paku nggak akan pecah. And for your info, yang pasti helmnya bukan sni, jadi jangan pernah pake buat touring.

*lomba tarik tambang
Tarik tambang, lomba yang intinya siapa paling kuat dia pemenangnya. Inti lain yang gue dapatkan di lomba ini adalah kalau pengen ikutan harus punya badan yang berisi. Ini bener-bener rasis buat orang yang kurus. Sabar orang yang merasa kurus, nanti gue ajuin buat adain lomba tarik tambang khusus orang yang nggak berisi. Tapi bukan pake tambang, pake kabel internet. Jadi selagi tarik-tarikan bisa update atau streaming youtube. Keren nggak tuh ide gue?

Jujur, lomba-lomba yang ada buat gue terhibur. Mungkin bukan cuman gue aja sih, semua temen atau siswa-siswi lainnya juga terhibur sesuai dengan tujuannya yang memang ngerayain agustusan itu tertawa dan bersenang-senang bersama. Bukan masalah siapa menang atau siapa kalah, siapa kuat atau siapa lemah, perayaan agustusan nggak dibuat untuk itu semata. Tapi punya makna yang lebih dalam dan nggak bisa dijelasin cuman pake kata-kata.


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

RECENT POSTS

Popular Posts

Part of

Categories

Pengikut